Kisruh Google di China Search Engine no. 1 di dunia sepertinya sedang dilanda oleh masalah yang serius. Pada 12 Januari 2010 Google.cn yang merupakan percabangan dari Google di China mendadak mendapat serangan dari China yang benar-benar mengancam kedudukannya di negri tirai bambu. Sergey Brin yang merupakan salah satu pendiri Google mengakui bahwa masih sulit untuk Google agar dapat beroperasi di China, bukan hanya itu, beberapa situs lain milik Google seperti YouTube dan Google Docs juga sudah diblokir oleh China. Akan tetapi Google tetap yakin bahwa mereka masih bisa membuka informasi bagi tiap orang di dunia (termasuk China). Serangan China terhadap Googlepun konon memanfaatkan kelemahan dari Internet Explorer 6 buatan Microsoft Corp yang telah membuat cracker China berhasil membobol akun-akun aktivis Hak Asasi Manusia di Seluruh dunia. Microsoft sendiri baru mengetahui hal ini setelah mendapat laporan dari McAfee sebuah perusahaan keamanan web, namun Microsoft mengumumkan bahwa serangan ini tidak menyebar ke konsumen-konsumen mereka yang lain. Mike Reavey selaku direktur Security Response Center Microsoft berkata bahwa pihak mereka akan tetap melanjutkan kerjasama dengan Google dan industri-industri lain untuk menyelidiki kasus ini. Goojje.com? China memang terkenal sebagai negri yang ahli dalam membuat barang tiruan, hal ini dibuktikan dengan kemunculan Goojje.com pada 14 Januari 2010 yang dibuat oleh 20 tim yang dipimpin oleh seorang mahasiswi Guangdong yang menyebut dirinya Wen. Lalu bagaimana sikap Google menghadapi hal ini? Google sendiri menyatakan bahwa mereka mengutuk Goojje yang telah menginjak-injak mereka. Ditambah lagi dengan logo Goojje yang mirip dengan Google. Google sendiri menilai bahwa selain melanggar hak cipta, adanya logo tersebut telah membuat user percaya bahwa situs ini memiliki link ke Google. Oleh karena itu Google menuntut agar Goojje mengganti logonya atau akan membawa kasus ini ke jalur Hukum.